Berdasarkan
pada Philosophical and Theoretical Ground
of Mathematics Education oleh Marsigit (2010), sifat-sifat dasar matematika dibagi menjadi empat, yaitu:
1.
Body
of knowledge
Tokoh dalam aliran ini
adalah Lawlor (1988 dalam Ernest, 1999) dalam bukunya yang berjudul “Correct
Core”. Lawlor berpendapat bahwa matematika merupakan teknik dan body of knowledge yang jelas.
2.
Science
of truth
Tokoh dalam aliran ini
adalah Plato, yang kemudian alirannya disebut dengan Platonisme. Menurut
Prabowo (2009), Platonisme menganggap matematika adalah kebenaran mutlak dan
pengetahuan matematika merupakan hasil ilham Illahi. Lebih lanjut Prabowo
berpendapat bahwa Platonisme memandang obyek-obyek matematika adalah real dan
eksistensi real obyek dan struktur matematika adalah sebagai eksistensi
realitas yagn ideal dan bebas dari sifat manusiawi.
3.
Process
of thinking
Tokoh dalam aliran ini
adalah Confrey (1981 dalam Ernest, 1999) dalam bukunya yang berjudul
“Conceptual Change Analysis: Implications for Mathematics and Curriculum”.
Confrey berpendapat bahwa matematika merupakan perjuangan manusia untuk
mencapai kebenaran daripada hasil yang diperolehnya.
4.
Social
activity
Tokoh dalam aliran ini adalah Wittgenstein
(1953 dalam Ernest, 1999) dalam bukunya yang berjudul “Philosophical
Investigation”. Wittgenstein berpendapat bahwa tentu saja matematika merupakan
cabang dari pengetahuan, namun matematika juga merupakan suatu aktivitas.
Sumber :
1)
Marsigit.
(2010). Philosophical and theoretical
ground of mathematics education. Materi disampaikan dalam workshop SEAMEO Regional
Centre for QITEP in Mathematics.
2)
Ernest,
P. (1999). The Philosophy of Mathematics
Education. London: Routledge, Falmer.
3)
Prabowo,
A. (2009). Aliran-aliran filsafat dalam matematika. JMP, 1 (2), 25-45.