Tulisan ini merupakan refleksi dari perkuliahan
filsafat ilmu pertemuan pertama, 4 September 2018 pukul 15:40 – 17.10 WIB di
ruang kuliah I.01.1.01.01 dengan dosen Pengampu Prof. Dr. Marsigit, M.A.
Perkuliahan Filsafat Ilmu diawali dengan berdoa menurut agama dan
kepercayaan masing-masing yang dipimpin oleh dosen. Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama yang
dihadiri oleh 18 mahasiswa. Karena pertemuan pertama, maka pertemuan diawali
dengan perkenalan, baik perkenalan dosen maupun perkenalan sistem perkuliahan. Metode
perkuliahannya yaitu (1) perkuliahan online, (2) tatap muka, dan (3) refleksi.
Perkuliahan online merupakan tulang punggung dari perkuliahan filsafat ilmu.
Perkuliahan online dilaksanakan dengan membaca dan memberikan komentar di blog
dosen, yaitu http://powermathematics.blogspot.com.
Dalam membaca harus dilandasi dengan keikhlasan.
Segala ilmu itu ada dua hal, yang disebut dengan
objek material dan objek formal. Objek material itu isinya dan objek formal itu
metodenya. Misalnya, kita melihat, ada dua hal, apa yang dilihat dan bagaimana cara
melihat; makan: apa yang dimakan dan bagaimana cara makannya; mendengar: apa
yang didengar dan bagaimana cara mendengarnya, misalnya dengan menggeleng
kepala.
Objek formal merupakan tata cara atau metodologi
atau adab. Setiap orang cerdas itu pasti mau beradab di manapun tempatnya.
Beradab berarti menggunakan adab atau menggunakan tata cara. Jangankan manusia,
tumbuh-tumbuhan dan binatang saja menggunakan tata cara, gunung meletus pun
menggunakan tata cara. Gunung meletus memiliki tata cara yaitu meletus di
titiknya, tidak mungkin gunung meletus yang meletusnya tidak mengeluarkan
suara. Tata cara itu ada yang rekayasa manusia dan ada yang sudah kodratnya.
Berfilsafat itu jangan salah paham. Sebelum berfilsafat,
kita harus menguatkan dulu agama (iman) kita, ditingkatkan ibadah dan doa kita.
Menguatkan iman berdasarkan agama yang dianutnya. Apapun agamanya. Jangan
sampai kita tersesat. Karena pada akhirnya filsafat adalah kembali kepada diri
kita masing-masing.
Filsafatnya orang berfilsafat adalah sifatnya orang
berfilsafat. Salah satu sifatnya adalah berusaha memahami
sifat/karakter/ciri-ciri orang berfilsafat. Filsafat adalah olah pikir.
Filsafat itu satu grade di bawah spiritual tetapi tidak akan pernah menjangkau
spiritual karena berbeda domain. Doamainnya filsafat adalah pemikiran sedangkan
domain spiritual adalah hati dan yang lainnya/semuanya. Filsafat itu lebih
lembut dari benda yang paling lembut. Udara itu adalah benda lembut, pengisi
udara adalah eter, namun filsafat lebih lembut dari pada eter. Filsafat itu
bisa mengisi ruang tanpa mengisi. Misalnya ketika kita mendengar kata-kata Prof
Marsigit, sebenarnya ada sesuatu yang berlari-lari dari mulut Prof ke pikiran
kita dan dari pikiran kita ke pikiran Prof. Namun kita tidak melihat kejadian
tesebut. Itulah contoh dari mengisi ruang tanpa mengisi. Yang bisa mengalahkan
kelembutan filsafat adalah kelembutan hati atau kelembutan spiritual. Wujud
dari spiritual yang paling bisa dipahami manusia adalah cahaya.
Berfilsafat bisa dari apa saja. Apa saja yang bisa
dipikir, dilihat, atau dirasakan merupakan awal dari berfilsafat. Berfilsafat
harus bisa berangkat dari hal yang sepele. Semuanya yang ada merupakan awal
dari berfilsafat. Sehingga laboratorium filsafat itu ada dimana-mana. Filsafat
dapat diletakkan di depan semuanya, seperti filsafat perempuan, filsafat
laki-laki, filsafat menantu, dan kain-lain. Filsafat ilmu berasal dari
filsafat. Filsafat ilmu itu hanya satu yang berasal dari semuanya dikurangi
semua selain filsafat ilmu. Setiap hal yang kita lihat dan/atau kita dengar
merupakan kualitas pertama, sedangkan selebihnya merupakan kualitas kedua,
ketiga dan seterusnya. Yang dimaksud selebihnya adalah semuanya dikurangi yang
pertama. Kualitas selain kualitas pertama ini disebut dengan metafisik yaitu
disebalik yang kelihatan. Misalnya kita melihat serang wanita dengan
menggunakan baju hitam dan jilbab merah. Yang Nampak itu disebut kualitas
pertama, yang selebihnya kitabtidak mengerti. Yang selebihnya itu semuanya dikurangi
dengan kualitas pertama yaitu dia punya bapak, dia punya kos-kosan, dia
pikiran, dan lain-lain.