Oktober 29, 2018

Kelembutan Filsafat


Tulisan ini merupakan refleksi dari perkuliahan filsafat ilmu pertemuan pertama, 4 September 2018 pukul 15:40 – 17.10 WIB di ruang kuliah I.01.1.01.01 dengan dosen Pengampu Prof. Dr. Marsigit, M.A.

Perkuliahan Filsafat Ilmu diawali dengan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing yang dipimpin oleh dosen. Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama yang dihadiri oleh 18 mahasiswa. Karena pertemuan pertama, maka pertemuan diawali dengan perkenalan, baik perkenalan dosen maupun perkenalan sistem perkuliahan. Metode perkuliahannya yaitu (1) perkuliahan online, (2) tatap muka, dan (3) refleksi. Perkuliahan online merupakan tulang punggung dari perkuliahan filsafat ilmu. Perkuliahan online dilaksanakan dengan membaca dan memberikan komentar di blog dosen, yaitu http://powermathematics.blogspot.com. Dalam membaca harus dilandasi dengan keikhlasan.

Segala ilmu itu ada dua hal, yang disebut dengan objek material dan objek formal. Objek material itu isinya dan objek formal itu metodenya. Misalnya, kita melihat, ada dua hal, apa yang dilihat dan bagaimana cara melihat; makan: apa yang dimakan dan bagaimana cara makannya; mendengar: apa yang didengar dan bagaimana cara mendengarnya, misalnya dengan menggeleng kepala.

Objek formal merupakan tata cara atau metodologi atau adab. Setiap orang cerdas itu pasti mau beradab di manapun tempatnya. Beradab berarti menggunakan adab atau menggunakan tata cara. Jangankan manusia, tumbuh-tumbuhan dan binatang saja menggunakan tata cara, gunung meletus pun menggunakan tata cara. Gunung meletus memiliki tata cara yaitu meletus di titiknya, tidak mungkin gunung meletus yang meletusnya tidak mengeluarkan suara. Tata cara itu ada yang rekayasa manusia dan ada yang sudah kodratnya.

Berfilsafat itu jangan salah paham. Sebelum berfilsafat, kita harus menguatkan dulu agama (iman) kita, ditingkatkan ibadah dan doa kita. Menguatkan iman berdasarkan agama yang dianutnya. Apapun agamanya. Jangan sampai kita tersesat. Karena pada akhirnya filsafat adalah kembali kepada diri kita masing-masing.

Filsafatnya orang berfilsafat adalah sifatnya orang berfilsafat. Salah satu sifatnya adalah berusaha memahami sifat/karakter/ciri-ciri orang berfilsafat. Filsafat adalah olah pikir. Filsafat itu satu grade di bawah spiritual tetapi tidak akan pernah menjangkau spiritual karena berbeda domain. Doamainnya filsafat adalah pemikiran sedangkan domain spiritual adalah hati dan yang lainnya/semuanya. Filsafat itu lebih lembut dari benda yang paling lembut. Udara itu adalah benda lembut, pengisi udara adalah eter, namun filsafat lebih lembut dari pada eter. Filsafat itu bisa mengisi ruang tanpa mengisi. Misalnya ketika kita mendengar kata-kata Prof Marsigit, sebenarnya ada sesuatu yang berlari-lari dari mulut Prof ke pikiran kita dan dari pikiran kita ke pikiran Prof. Namun kita tidak melihat kejadian tesebut. Itulah contoh dari mengisi ruang tanpa mengisi. Yang bisa mengalahkan kelembutan filsafat adalah kelembutan hati atau kelembutan spiritual. Wujud dari spiritual yang paling bisa dipahami manusia adalah cahaya.

Berfilsafat bisa dari apa saja. Apa saja yang bisa dipikir, dilihat, atau dirasakan merupakan awal dari berfilsafat. Berfilsafat harus bisa berangkat dari hal yang sepele. Semuanya yang ada merupakan awal dari berfilsafat. Sehingga laboratorium filsafat itu ada dimana-mana. Filsafat dapat diletakkan di depan semuanya, seperti filsafat perempuan, filsafat laki-laki, filsafat menantu, dan kain-lain. Filsafat ilmu berasal dari filsafat. Filsafat ilmu itu hanya satu yang berasal dari semuanya dikurangi semua selain filsafat ilmu. Setiap hal yang kita lihat dan/atau kita dengar merupakan kualitas pertama, sedangkan selebihnya merupakan kualitas kedua, ketiga dan seterusnya. Yang dimaksud selebihnya adalah semuanya dikurangi yang pertama. Kualitas selain kualitas pertama ini disebut dengan metafisik yaitu disebalik yang kelihatan. Misalnya kita melihat serang wanita dengan menggunakan baju hitam dan jilbab merah. Yang Nampak itu disebut kualitas pertama, yang selebihnya kitabtidak mengerti. Yang selebihnya itu semuanya dikurangi dengan kualitas pertama yaitu dia punya bapak, dia punya kos-kosan, dia pikiran, dan lain-lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Modul P5 Fase E Tema Gaya Hidup Berkelanjutan: Berkolaborasi Membangun Sekolah Nyaman dan Asri

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan bagian yang wajib dilaksanakan dalam pelaksanaan kurikulum merdeka. Sebelum me...