Oktober 18, 2023

Modul P5 Fase E Tema Gaya Hidup Berkelanjutan: Berkolaborasi Membangun Sekolah Nyaman dan Asri

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan bagian yang wajib dilaksanakan dalam pelaksanaan kurikulum merdeka. Sebelum melaksanakan proyek, terdapat tujuh tema yang dapat dipilih. Setelah memilih tema, tim akan menyusun modul yang dapat digunakan sebagai acuan dalam kegiatan P5. Modul ini disusun dengan sejelas-jelasnya sehingga fasilitator proyek dapat memahami alur maupun aktivitas yang dilakukan selama proyek. Modul ini berisi tentang deskripsi proyek, tujuan proyek, alur proyek, target pencapaian proyek, cara penggunaan modul, dimensi yang akan dicapai pada proyek ini, dan detail alur proyek. Pada detail alur, kami sajikan aktivtias beserta banyak jam pelajaran dalam setiap aktivitasnya. Selain itu, pada setiap aktivitas juga kami cantumkan lembar kerja peserta didik yang harus dikerjakan selama proyek. 

Berikut ini modul proyek dengan tema Gaya Hidup Berkelanjutan yang pernah digunakan di SMA Negeri 1 Ngemplak Sleman. 

Februari 07, 2019

Resi pembayaran UKT/SPP tidak keluar dari mesin ATM? Begini solusinya


Uang Kuliah Tunggal (UKT) atau yang dari jaman dahulu dikenal dengan SPP, merupakan uang yang wajib dibayarkan oleh semua mahasiswa setiap semesternya. Terkecuali bagi mahasiswa yang menerima beasiswa. Pembayaran UKT merupakan langkah pertama untuk registrasi pada semester yang baru. 

Di kampus saya, resi sebagai bukti pembayaran sangat lah penting. Kenapa? Karena di resi tersebut akan tercetak  PIN yang digunakan untuk login saat registrasi semester baru. Semester ini saya mencoba membayarkan UKT melalui ATM (biasanya langsung ke teller di bank) karena uang sudah di tabungan jadi biar ga antri lagi. Eehhh,, pertama kali bayar lewat ATM tapi resi ga keluar. Apes banget kan…

Setelah saya telusur dan telusur kemana-kemana, saya mendapat solusi seperti ini.
  1. Langkah pertama adalah datang ke bank terdekat (bisa dimana saja) yang sesuai dengan kartu debet kita.
  2. Ambil antrian yang customer service (CS). Biasanyan antriannya tidak terlalu banyak .
  3. Setelah dipanggil, sampaikan kepentingan kita yaitu mencetak REKENING KORAN. Biaya cetaknya 2ribu/lembar. Jadi, cetak pada tanggal yang diperlukan saja.
  4. Pergi ke bagian keuangan di fakultas, sampaikan permasalahan sambil menunjukkan rekening koran tadi. Setelah itu, petugas akan memberikan PIN registrasi kita.


Bagaimana? Mudah bukan?

Desember 23, 2018

SIFAT-SIFAT DASAR MATEMATIKA


Berdasarkan pada Philosophical and Theoretical Ground of Mathematics Education oleh Marsigit (2010), sifat-sifat dasar matematika dibagi menjadi empat, yaitu:
1.      Body of knowledge
Tokoh dalam aliran ini adalah Lawlor (1988 dalam Ernest, 1999) dalam bukunya yang berjudul “Correct Core”. Lawlor berpendapat bahwa matematika merupakan teknik dan body of knowledge yang jelas.
2.      Science of truth
Tokoh dalam aliran ini adalah Plato, yang kemudian alirannya disebut dengan Platonisme. Menurut Prabowo (2009), Platonisme menganggap matematika adalah kebenaran mutlak dan pengetahuan matematika merupakan hasil ilham Illahi. Lebih lanjut Prabowo berpendapat bahwa Platonisme memandang obyek-obyek matematika adalah real dan eksistensi real obyek dan struktur matematika adalah sebagai eksistensi realitas yagn ideal dan bebas dari sifat manusiawi.
3.      Process of thinking
Tokoh dalam aliran ini adalah Confrey (1981 dalam Ernest, 1999) dalam bukunya yang berjudul “Conceptual Change Analysis: Implications for Mathematics and Curriculum”. Confrey berpendapat bahwa matematika merupakan perjuangan manusia untuk mencapai kebenaran daripada hasil yang diperolehnya.
4.      Social activity
 Tokoh dalam aliran ini adalah Wittgenstein (1953 dalam Ernest, 1999) dalam bukunya yang berjudul “Philosophical Investigation”. Wittgenstein berpendapat bahwa tentu saja matematika merupakan cabang dari pengetahuan, namun matematika juga merupakan suatu aktivitas.
Sumber :
1)      Marsigit. (2010). Philosophical and theoretical ground of mathematics education. Materi disampaikan dalam workshop SEAMEO Regional Centre for QITEP in Mathematics.
2)      Ernest, P. (1999). The Philosophy of Mathematics Education. London: Routledge, Falmer.
3)      Prabowo, A. (2009). Aliran-aliran filsafat dalam matematika. JMP, 1 (2), 25-45.

November 07, 2018

Bagaimana Seharusnya Manusia Hidup di Dunia?

Tulisan ini merupakan refleksi dari perkuliahan filsafat ilmu pertemuan kedua, 18 September 2018 pukul 15:40 – 17.10 WIB di ruang kuliah I.01.1.01.01 dengan dosen Pengampu Prof. Marsigit dan diikuti oleh 18 mahaisiswa.

Perkuliahan diawali dengan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Lalu, dilanjutkan dengan pemberian 20 soal tes jawab singkat oleh Prof. Marsigit. Setelah pengerjaan soal, langsung dikoreksi oleh teman sendiri dan dibimbing oleh Prof. Marsigit dengan menukarkan lembar jawab ke teman yang lain. Setelah pengoreksian dan penilaian selesai, dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab.

Pertanyaan pertama dari Seftika: Bagaimana cara mencapai level pikiran dewa?
Jawaban dari Prof. Marsigit: Jika dalam matematika, ½ + ½ + ½ = 1½, namun dalam filsafat ½ + ½ + ½ = 1. Setengah yang pertama adalah pikirkan pekerjaanmu. Setengah yang kedua adalah kerjakan apa yang kamu pikiran tersebut. Setengah yang terakhir adalah berdoa kepada Sang Pencipta. Misalnya, yang sedang kamu kerjakan adalah kuliah, maka kamu harus memikirkan kuliamu. Kamu di Pascasarjana UNY mau ngapain, mau menjadi master, maka jalani programnya. Jadi, untuk dapat mencapai level pikiran dewa, kita harus menjalani pikiran dan memikirkan perjalanan kita. Tidak lupa juga untuk mengerjakan setengah yang terakhir, yaitu berdoa (ikhtiar dan takdir).

Pertanyaan kedua dari Diana: Saya pernah membaca blog yang isinya percakapan. Orang pertama bertanya, what is the secret of happiness? Lalu dijawab oleh orang kedua, the secret of happiness is the secret.
Jawaban dari Prof. Marsigit: Yang aku lihat, engkau itu adalah kualitas pertama. Itu pun bergantung pada kualitas mata saya. Disebalik kamu, kamu itu yang mana? Lalu Prof. Marsigit menyuruh kita untuk memegang apa yang ada pada diri kita yang menggambarkan bahwa itu adalah diri kita. Ada yang memegang tangan, ada yang memegang dada, ada yang memegang kepala, dan yang lainnya memegang anggota badan tertentu. Lalu beliau melanjutkan, Saya menghadapi semua orang itu tidak adil terhadap dirinya sendiri. Jika engkau memegang kepala, maka engkau adalah kepalamu, lalu kakimu dimana? Kakimu kau apakan? Kakimu kau anggap apa? Jadi, diirmu itu siapa? Sesungguhnya tidak ada manusia yang sanggup menunjuk dirinya sendiri kecuali Tuhan. Dari sisi kelengkapan, engkau itu bermilyar pangkat bermilyar, mulai dari hijab, baju, celana, dan seterusnya. Bajumu benang yang mana, jilbabmu benang yang mana, celanamu benang yang mana, dan seterusnya. Tanganmu, kulitmu, dagingmu, darahmu, sel yang mana. Bahkan bermilyar pangkat semilyar, engkau belum mampu menyebutkannya. Engkau baru menyebutnya separuhnya saja, seperempat saja, atau sepersepuluh saja, dirimu sudah berubah menjadi diri yang lain (tua).  Apabila dihubungkan dengan kecakupan/keseluruhan, maka engkau tidak akan mungkin bisa mencapai keseluruhan karena sebenar-benar keseluruhan adalah Tuhan Yang Maha Esa.

Filsafat itu profesional, yaitu untuk menjabarkan waktu yang merupakan waktu panjang maupun waktu sempit, dan waktu yang mengalir. Kita bisa mengerti bahwa ada waktu dan waktu yang mengalir karena adanya ruang. Jadi sebetulnya waktu itu benda. Benda itu ruang. Ruang itu waktu. Sehingga kita semua mengalami perjalanan.

Tidak akan pernah seseorang itu bisa mengetahui segala sesuatu. Maka, orang yang ilmunya tinggi adalah orang yang mengaku bahwa dia tidak mengetahui segala sesuatu (oleh Socrates). Jangankan happiness, kita sendiri pun tidak mengerti siapa diri kita apalagi menunjuk diri orang lain. Maka, pikiran, perasaan, darah, tulang, dan lain-lainnya itu merupakan kualitas berikutnya (boleh kualitas kedua). Yang terlihat atau yang nampak dan yang terdengar dari diri kita merupakan kualitas pertama. Sedangkan pikiran dan perasaan merupakan kualitas kedua. Perasaan yang kita rasakan itu tidak ada selesainya dan diungkap tidak akan habisnya. Ini disebut dengan infinite regress, yang ditemukan oleh Aristoteles.

Sebenar-benar hidup ini adalah infinite regress. Kita semua itu unlimited. Kita semua yang terlihat ini hanya ikonik/wakil dari dunia kita. Dunia seseorang sama besarnya dengan dunia orang lain dan sama besarnya dengan dunia ini. Kita ini mewakili dunia ini. Jika seseorang menciderai seseorang yang lain, maka harus hati-hati karena itu berarti bahwa orang terebut telah menciderai dunia dan telah membuat kiamat dunia.

Cara mengecek apakah benar bahwa kita mewakili dunia. Caranya dengan menyampaikan pertanyaan tentang objek pikir. Karena memang tidak ada alat yang dapat digunakan untuk menukur objek pikir. Langkah pertama yaitu Prof. Marsigit menyebutkan satu objek pikir. Jika ingin mengetahui dunia yang meliputi langit dan bumi maka alatnya harus disesuaikan. Orang bodoh adalah orang yang menggunakan alat yang sama dalam kondisi yang berbeda. Sebaliknya, orang cerdas adalah orang yang menggunakan alat sesuai dengan ruang dan waktunya. Tes dimulai dengan menyebutkan kata “Jakarta”. Sudah pasti kata itu ada di pikiran semua mahasiswa disitu. Ini sebagai bukti bahwa kita semua membawa dan mewakili dunia. Jadi, ketika kita mengeliminasi atau menghilangkan hak dari sesuatu, maka artinya kita telah meruntuhkan dunia. Banyak orang yang tidak menyadari akan hal itu.
Banyak orang yang semena-mena. Hal ini terjadi karena ego. Dengan belajar filsafat ilmu, kita diajarkan untuk menurunkan ego. Mendapatkan nilai 0 (nol) pada tes jawab singkat kuliah filsafat ilmu merupakan salah satu jalan untuk menurunkan ego. Karena nilai nol akan mendorong kita untuk selalu belajar dengan cara membaca blog http://powermathematics.blogspot.com dan memberikan komentar.

Pertanyaan ketiga dari Agnes: Bagaimana agar kita mengerti diri kita sendiri?
Jawaban dari Prof. Marsigit: Agar kita mengerti diri kita sendiri yaitu dengan memikirkan apa yang kita kerjakan dan mengerjakan apa yang kita pikirkan, dilanjutkan dengan mendoakan apa yang kita kerjakan dan mendoakan apa yang kita pikirkan. Filsafat itu dirimu sendiri. Filsafat itu siapa saja dan apa saja. Yahudi berfilsafat, orang yang tidak percaya Tuhan juga berfilsafat. Bahkan ada yang mengatakan bahwa kitab suci hanyalah fiksi. Orang yang sudah berbicara seperti itu maka jangan pernah mendengarkan orang itu lagi. Pernyataan tersebut menunjukkan pikiran sesat. Sebingung-bingung pikiran adalah bingung dalam pikiran, namun jangan bingung dalam hati. Hati adalah imu dan keyakinan. Itu juga dogma. Dogmanya adalah keyakinan.

Pertanyaan keempat dari Fani: Bagaimana cara menilai spiritualitas diri?
Jawaban dari Prof. Marsigit: Jika filsafat adalah dirimu, maka spiritualitas juga dirimu. Tetapi itu belum cukup. Jangan coba-coba menggambarkan spiritualitas dengan dunia. Dunia tidak mencukupi untuk menggambarkan spiritualitas. Spiritualitas itu meliputi dunia dan akhirat. Sedangkan akhirat kita tahunya hanya kuburan. Kuburan adalah dunia infinity karena begitu kita masuk maka kita tidak akan bisa kembali. Beda halnya ketika kita masih di dunia. Kita pergi ke Bali, London, atau Australia, maka kita masih bisa kembali. Spiritualitas itu bagaimana cara kita menghindari godaan menurut keyakinan masing-masing. Bisa dengan pikiran atau perbuatan. Yang terpenting kita berusaha untuk menghindari godaan. Dalam ajaran Islam, agama itu ada dua yaitu urusan dengan Tuhan dan urusan dengan manusia. Manusia sendiri dibagi menjadi tiga. Manusia pada derajat paling bawah adalah manusia yang orientasinya pada mulut, mata, telinga, dan perut. Manusia pada derajat itu disebut dengan manusia basar. Derajat di atasnya yaitu manusia beribadah pada Tuhannya manusia (insan). Manusia yang seperti itu baru Habluminallah. Padahal manusia yang paling tinggi derajatnya adalah manusia yang habluminaalah dan habluminannas. Habluminannas adalah manusia annas. Manusia annas adalah manusia jejaring sistemik. Simbol dari pencapaian manusia sebagai jejaring sitemik yang paling tinggi adalah jurnal. Kita tidak mungkin dapat lulus master sendirian. Kita pasti memerlukan dosen, guru, karyawan, direktur, wakil direktur, dan rektor.

Pertanyaan kelima dari Erma: Bagaimana agar bisa mencapa rendah hati?  
Jawaba dari Prof. Marsigit: Untuk dapat mencapai rendah hati yang sesungguhnya, yaitu (1) ikhtiar (berusaha) dan (2) berserah diri kepada Tuhan (meminta pertolongan kepada Tuhan). Karena tidak ada satupun di dunia ini yang mampu mengusir setan daripada dirimu itu kecuali atas pertolongan Tuhan. Dan sedikit keraguan kita di dalam hati tidak bisa dihilangkan tanpa kuasa Tuhan. Godaan setan itu valid dan kontinyu, maka kita jga harus valid dan kontinyu. Maka sebenar-benar manusia itu harus dalam keadaan berdoa. Berdoa diawal dengan selalu menyebut/mengingat Tugan. Ketika ditengah, selalu istiqomah. Akhirannya, mudah-mudahan khusnul khotimah. Khusnul Khotimah adalah mengakhiri dengan baik, yaitu melihat diakhiri dengan baik. Mendengar diakhiri dengan baik, menulis diakhiri dengan baik, makan diakhiri dengan baik, kuliah diakhiri dengan baik, dan seterusnya. Esensi mengakhiri dengan baik adalah rasa syukur. Dalam filsafat, akhiran adalah sebuah awalan. Rasa syukur pun bisa di depan.

Pertanyaan keenam dari Yuyun: Bagaimana cara menyinkronkan hati dan pikiran.
Jawaban dari Prof. Marsigit: Hati adalah roda bawah. Pikiran adalah roda atas. Perjalananmu adalah perjalanan roda yang berputar. Setiap hari, kita perlu memikirkan perasaan kita dan merasakan pikiran kita. Contohnya sudah diberikan oleh Tuhan, yaitu bumi mengelilingi matahari yang tidak akan pernah sampai pada tempat yang sama. Bumi itu selain berputar pada porosnya, bumi juga berputar mengelilingi matahari. Manusia juga begitu, disamping berputar pada porosnya, yaitu berputarnya hati-pikiran-hati-pikiran-hati, makan-sehat-makan-sehat, bangun-tidur-bangun-tidur, dan seterusnya. Orang Yunani menyebut ini dengan ‘hermeunetika”. Orang Jawa menyebutnya dengan “cokro manggilingan”. Cokro itu meningkat, dan manggilingan itu berputar sehingga berjalan. Jadi perjalanan kita itu gabungna antara siklik dan linier. Siklik yang diberi sumbu linier maka menjadi bergerak maju. Namun, orang Amerika berpikir bahwa hidup itu hanya linier, yaitu cari dan buang. Cari yang manis lalu sepah dibuang.

Pertanyaan ketujuh dari Widi: Ketika kita masuk surga, apa yang kita lakukan?
Jawaban dari Prof. Marsigit: Disini kita akan membahasnya secara filsafat, yaitu melalui reduksi. Hidup itu pilihan. Tanpa memilih, manusia tidak akan bisa hidup. Setiap hari kita memilih makanan, kita melihat pun memilih apa yang kita lihat. Maka, sebenar-benar hidup itu memilih. Sebenar-benar memilih adalah ikhtiar. Kalau sudah terpilih, itu adalah takdir. Maka hidup itu adalah “cokro manggilingan”, yaitu perputaran antara ikhtiar dan takdir.

Oktober 29, 2018

Kelembutan Filsafat


Tulisan ini merupakan refleksi dari perkuliahan filsafat ilmu pertemuan pertama, 4 September 2018 pukul 15:40 – 17.10 WIB di ruang kuliah I.01.1.01.01 dengan dosen Pengampu Prof. Dr. Marsigit, M.A.

Perkuliahan Filsafat Ilmu diawali dengan berdoa menurut agama dan kepercayaan masing-masing yang dipimpin oleh dosen. Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama yang dihadiri oleh 18 mahasiswa. Karena pertemuan pertama, maka pertemuan diawali dengan perkenalan, baik perkenalan dosen maupun perkenalan sistem perkuliahan. Metode perkuliahannya yaitu (1) perkuliahan online, (2) tatap muka, dan (3) refleksi. Perkuliahan online merupakan tulang punggung dari perkuliahan filsafat ilmu. Perkuliahan online dilaksanakan dengan membaca dan memberikan komentar di blog dosen, yaitu http://powermathematics.blogspot.com. Dalam membaca harus dilandasi dengan keikhlasan.

Segala ilmu itu ada dua hal, yang disebut dengan objek material dan objek formal. Objek material itu isinya dan objek formal itu metodenya. Misalnya, kita melihat, ada dua hal, apa yang dilihat dan bagaimana cara melihat; makan: apa yang dimakan dan bagaimana cara makannya; mendengar: apa yang didengar dan bagaimana cara mendengarnya, misalnya dengan menggeleng kepala.

Objek formal merupakan tata cara atau metodologi atau adab. Setiap orang cerdas itu pasti mau beradab di manapun tempatnya. Beradab berarti menggunakan adab atau menggunakan tata cara. Jangankan manusia, tumbuh-tumbuhan dan binatang saja menggunakan tata cara, gunung meletus pun menggunakan tata cara. Gunung meletus memiliki tata cara yaitu meletus di titiknya, tidak mungkin gunung meletus yang meletusnya tidak mengeluarkan suara. Tata cara itu ada yang rekayasa manusia dan ada yang sudah kodratnya.

Berfilsafat itu jangan salah paham. Sebelum berfilsafat, kita harus menguatkan dulu agama (iman) kita, ditingkatkan ibadah dan doa kita. Menguatkan iman berdasarkan agama yang dianutnya. Apapun agamanya. Jangan sampai kita tersesat. Karena pada akhirnya filsafat adalah kembali kepada diri kita masing-masing.

Filsafatnya orang berfilsafat adalah sifatnya orang berfilsafat. Salah satu sifatnya adalah berusaha memahami sifat/karakter/ciri-ciri orang berfilsafat. Filsafat adalah olah pikir. Filsafat itu satu grade di bawah spiritual tetapi tidak akan pernah menjangkau spiritual karena berbeda domain. Doamainnya filsafat adalah pemikiran sedangkan domain spiritual adalah hati dan yang lainnya/semuanya. Filsafat itu lebih lembut dari benda yang paling lembut. Udara itu adalah benda lembut, pengisi udara adalah eter, namun filsafat lebih lembut dari pada eter. Filsafat itu bisa mengisi ruang tanpa mengisi. Misalnya ketika kita mendengar kata-kata Prof Marsigit, sebenarnya ada sesuatu yang berlari-lari dari mulut Prof ke pikiran kita dan dari pikiran kita ke pikiran Prof. Namun kita tidak melihat kejadian tesebut. Itulah contoh dari mengisi ruang tanpa mengisi. Yang bisa mengalahkan kelembutan filsafat adalah kelembutan hati atau kelembutan spiritual. Wujud dari spiritual yang paling bisa dipahami manusia adalah cahaya.

Berfilsafat bisa dari apa saja. Apa saja yang bisa dipikir, dilihat, atau dirasakan merupakan awal dari berfilsafat. Berfilsafat harus bisa berangkat dari hal yang sepele. Semuanya yang ada merupakan awal dari berfilsafat. Sehingga laboratorium filsafat itu ada dimana-mana. Filsafat dapat diletakkan di depan semuanya, seperti filsafat perempuan, filsafat laki-laki, filsafat menantu, dan kain-lain. Filsafat ilmu berasal dari filsafat. Filsafat ilmu itu hanya satu yang berasal dari semuanya dikurangi semua selain filsafat ilmu. Setiap hal yang kita lihat dan/atau kita dengar merupakan kualitas pertama, sedangkan selebihnya merupakan kualitas kedua, ketiga dan seterusnya. Yang dimaksud selebihnya adalah semuanya dikurangi yang pertama. Kualitas selain kualitas pertama ini disebut dengan metafisik yaitu disebalik yang kelihatan. Misalnya kita melihat serang wanita dengan menggunakan baju hitam dan jilbab merah. Yang Nampak itu disebut kualitas pertama, yang selebihnya kitabtidak mengerti. Yang selebihnya itu semuanya dikurangi dengan kualitas pertama yaitu dia punya bapak, dia punya kos-kosan, dia pikiran, dan lain-lain.

Oktober 23, 2018

Pajak Kendaraan di Samsat Klaten

Klaten, 16 Oktober 2018

Hari ini adalah hari Selasa. Hari dimana saya selalu bangun tidur di rumah, karena biasanya bangun tidur di kos. Setelah jam menunjukkan pukul 7, saya berbegegas mandi dan mempersiapkan diri. Saya sengaja bersiap lebih awal untuk ke Jogja daripada hari Selasa sebelum-sebelumnya. Tepat tanggal 16 Oktober, saya harus membayar pajak kendaraan yang selalu setia menemani perjalanan sehari-hari saya.

Pajak kendaraan saya lakukan di samsat Klaten, meskipun kendaraan saya tercatat di wilayah Delanggu. Pukul 8.15 saya sudah tiba di Samsat. Sudah ada banyak orang menungggu disana. O ya,, pajak motor dilakukan di lantai 1 dan pajak roda 4 di lantai 2. Jangan sampai salah ya,.. Karena akan sia-sia jika kita telanjur antri di lantai 1 padahal mau membayar pajak roda 4.

Langkah pertama adalah mengambil nomor antrian yang sudah disediakan di meja kasir. Saat itu saya mendapat nomor antrian 29, padahal loket belum dibuka pada saat. Sambil menunggu, saya membaca artikel untuk presentasi di siang harinya.

Setelah menunggu, akhirnya loket dibuka dan petugas memanggil nomor antrian 1-10 untuk mengumpulkan STNK dan KTP asli yang sesuai dengan nama di STNK.
Setalah dikumpulkan, petugas kasirnya akan memanggil nama untuk melakukan pembayaran. Jadi ada dua petugas yang melayani disitu.

Sembari petugas kasir memanggil nama untuk melakukan pembayaran, petugas yang pertama tadi memanggil lagi 10 nomor berikutnya. Begitu seterusnya sampai berakhir.
Kurang lebih 20 menit, nomor antrian saya dipanggil. Cepet kan sekarang, sudah tidak ribet dan menunggu lama lagi seperti dulu untuk melakukan pajak kendaraan 1 tahunan. Saya pun bisa balik ke Jogja lebih awal dan tidak takut akan terlambat masuk kuliah.

Mari laksanakan kewajiban kita untuk bayar pajak tepat waktu. Tidak perlu membayar orang untuk membayarkan pajak kita (joki). Sendiri pun bisa dan tidak memakan waktu lama.

Desember 16, 2017

SÜtlaç (Puding Nasi) dari Turkmenistan

Setiap tahunnya, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengadakan Global Culture Festival (GCF). GCF berisi kegiatan-kegiatan yang melibatkan mahasiswa asing yang kuliah di UNY. Salah satu kegiatannya adalah festival makanan dari masing-masing negara dan dimasak langsung oleh mahasiswa asli dari Negara tersebut. Selain makanan khas luar Indonesia, juga terdapat stand makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia, seperti  Jawa Timur, Sumatra, Nusa Tenggara bahkan sampai Papua. Tentu makanan itu dimasak dan disajikan langsung oleh mahasiswa asli daerahnya.
Pada kesempatan ini saya akan berbagi salah satu menu makanan dari Turkmenistan yang disajikan di GCF.  Mungkin dari teman-teman ada yang pernah mendengar SÜtlaç. SÜtlaç atau biasa disebut puding nasi ini merupakan makanan khas dari Turkmenistan dengan bahan-bahan:
  1. 1 liter susu
  2. ½ cangkir beras
  3. 1 cangkir gula
  4. 1 cangkir tepung jagung atau tepung kanji
  5. Kayu manis secukupnya

Cara:
  1. Cuci beras tersebut dan rebus dengan 2 cangkir air hingga air meresap ke dalam beras.
  2. Tempatkan beras, susu, dan gula ke dalam sebuah panci dan aduk pelan-pelan. Tetap aduk hingga 20-30 menit setelah mendidih.
  3. Campurkan tepung kanji dengan sedikit air hingga campuran kanji tersebut menjadi rata. Lalu, tambahkan adonan tepung ini ke dalam panci. Aduk hingga 4-5 menit.
  4. Tuang puding tersebut ke dalam mangkuk dan sajikan dalam keadaan dingin dengan taburan bubuk kayu manis di atasnya. 
Karena tidak ada dokumentasi makanannya, jadi ini foto yang masak hehehe..



Modul P5 Fase E Tema Gaya Hidup Berkelanjutan: Berkolaborasi Membangun Sekolah Nyaman dan Asri

Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan bagian yang wajib dilaksanakan dalam pelaksanaan kurikulum merdeka. Sebelum me...